Seni Menata Hati Dalam Bergaul






♥●♥_◕_♥●♥

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan.


Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah lengang dan cenderung menjadi masalah.


♥●♥_◕_♥●♥ AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU ♥●♥_◕_♥●♥


Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita semak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)


a. Menghindari penghinaan.

Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang keperibadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, kerana tak ada masalah yang selesai dengan mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.


b. Hindari ikut campur urusan peribadi.

Hindari pula ikut campur urusan peribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan peribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik, nescaya akan menimbulkan pertengkaran.


c. Hindari memotong pembicaraan.

Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian diselangi dengan cara yag arif, nescaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya.


Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan menyelanginya dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.


d. Hindari membandingkan.

Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.


e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya.

Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya bererti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang nuetral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sedarlah bahawa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahap-tahapnya.


f. Hindari merosak kebahagiannya.

Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merosak kebahagiaanya. Misalnya ada seseorang yang merasa beruntung mendapat hadiah dari luar negeri, padahal kita tau bahawa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.


g. Jangan mengungkit masa lalu.

Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahawa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah berniat untuk mengungkit dan membebelkannya, hal seperti ini sama dengan mengajak bermusuhan.


h. Jangan mengambil haknya.

Jangan pernah terfikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merosak hubungan..


Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.


i. Hati-hati dengan kemarahan.

Bila sebut marah, maka waspadalah kerana kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun.


Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah malu untuk meminta maaf andai kata ucapan dirasakan berlebihan.


j. Jangan mentertawakannya.

Sebagian besar dari sikap mentertawakan seseorang adalah kerana kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahawa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.


k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut.

Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut kita, kerana penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung untuk menghindari kita.



♥●♥_◕_♥● Aku Menyenangkan Bagimu ♥●♥_◕_♥●♥



a. Wajah yang selalu cerah ceria.

Rasulullah sentiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).


b. Senyum tulus.

Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi sesiapapun yang menatapnya.


Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati sesiapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.


c. Kata-kata yang santun dan lembut.

Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, kerana sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan.


d. Senang menyapa dan mengucapkan salam.

Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tangan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah dilepaskan oleh orang lain, kerana demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian.


e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan.

Rasulullah jika berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.


f. Senangkan perasaannya.

Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia.Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.


g. Penampilan yang menyenangkan.

Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.


h. Maafkan kesalahannya.

Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, kerana hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.



♥●♥_◕_♥●♥ AKU BERMANFAAT BAGIMU ♥●♥_◕_♥●♥


Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik diantara manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.


a. Rajin bersilaturahim.

Silaturahim secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih sayang.


b. Saling berkirim hadiah.

Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahawa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang.

Jangan pernah takut miskin dengan memberikan sesuatu, kerana Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.


c. Tolong dengan apapun.

Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, waktu atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.


Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahawa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.


d. Sumbangan ilmu dan pengalaman.

Jangan pernah kedekut untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kejayaan orang lain.



Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan sesiapapun akan terasa nikmat, kerana tidak mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata kerana Allah SWT.



♥●♥_◕_♥●♥


p/s: seorang kawan boleh datang dan pergi, tetapi sahabat,

hilangnya sukar di cari ganti....



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget